by

Hakim Putuskan Menolak Sidang Praperadilan Gugatan Pemohon Atas Sengketa Tanah Milik TNI AD Kodam IV Dipenogoro

Bisnis Metro, JAKARTA —SIDANG praperadilan paska penetapan TJ sebagai tersangka tindak pidana menggunakan surat tanah palsu berupa Letter C No. 844 dan No. 877 oleh Bareskrim Mabes Polri atas tanah aset TNI AD yang terletak di Jl Kaliurang (Jakal) Km 5,8 Caturtunggal, Depok, Sleman, kembali  digelar di PN Jakarta Pusat dibuka oleh hakim tunggal Sunarso SH, Rabu (07/03/2018).
Sidang yang dibuka untuk umum tersebut dimulai pukul 10.00 WIB dengan agenda pembacaan keputusan praperadilan dari pemohon tersangka TJ. Akan tetapi TJ tidak  pernah hadir  selama persidangan berlangsung sepekan ini.
Pengadilan Negara (PN) Jakarta Pusat memutuskan menolak Peraperadilan gugatan yang di ajukan oleh Saudara Antonius Djunaedi Toto Ridarto (Joned), dan TNI AD Kodam IV/Diponegoro akhirnya memenangkan Kasus sengketa lahan seluas 4.010 m2 yang terletak di jalan Kaliurang Km 5,8. Caturtunggal, Depok, Sleman, Yogyakarta.

Direktur Hukum TNI AD Brigjen TNI Indrajit menjelaskan, kasus sengketa lahan seluas 4.010 m2 yang terletak di desa Caturtunggal, Depok, Sleman Yogyakarta tersebut, memang awalnya TNI AD yang membeli. Hanya ada oknum yang tidak bertanggung jawab yang merekayasa surat-suratnya,” jelas Indrajit.
Menurut Brigjen TNI Indrajit krinologi kasus ini bermula pada tahun 1961, TNI AD membeli sebidang tanah di desa Caturtunggal, Depok, melalui mekanisme panitia pengadaan tanah yang dulu dikenal sebagai panitia 9 yang diketuai oleh Bupati pada saat itu,” jelasnya.
Saat itu lahan tersebut digunakan untuk fasilitas Korem 07/Pamungkas kodam IV/ Diponegoro. Lahan tersebut disana digunakan untuk Mes/Asrama Kowad,” tambahnya.

Ket. Gambar: Suasana Persidangan praperadilan kasus sengketa tanah milik TNI AD, Rabu(7/3).(Foto:Yuni)

Kemudian lanjutnya, pada tahun 2004, Saudara Mudirjo dan Abdulrohim menyampaikan bahwa tanah tersebut miliknya, dan pada tahun 2005, TNI AD digugat. Lantaran Pihak TNI AD waktu itu tidak memiliki surat2. Maka gugatan tersebut diterima oleh Pengadilan Sleman dan dinyatakan kalah,” jelasnya.
Kemudian berdasarkan putusan pengadilan selanjutnya beber Indrajit, surat- surat kepemilikan sebidang tanah tetsebut ketemu. Akhirnya TNI AD mengajukan banding. Alhasil ternyata ada perdamaian.
“Untuk menghindari gugatan tersebut, tanpa sepengetahuan Angkatan Darat dalam hal ini Pangdam IV/Diponegoro, dilakukan upaya damai oleh Letkol Chk Letkol Sugiwulanto yang saat itu menjabat Kepala Hukum Kodam IV/Diponegoro dengan pemberian kompensasi sebesar Rp 4.448.609.840 dari Toto Junaedi dengan tujuan untuk mencabut permohonan banding, menyerahkan aset TNI AD Cq. Kodam IV/DIP kepada Toto Junaedi dan menghapus obyek tersebut dari IKMN.
Atas tindakannya tersebut berdasarkan putusan PK MA-RI Nomor 12 PK/MIL/2015 tanggal 20 Oktober 2015, Letkol Chk Sugiwulanto, S.H. telah secara sah dan meyakinkan terbukti melakukan tindak pidana Insubordinasi (Pembangkangan) sebagaimana ketentuan Pasal 103 ayat (1) Jo ayat (3) KUHPM,” bebernya.
Kemudian Brigjen TNI Indrajit mengungkapkan, pada tahun 2008, ditemukan bahwa surat-surat yang digunakan untuk menggugat itu tidak benar diduga ini rekayasa. “Jadi surat itu palsu. Setelah dilacak penyidik dengan perjalanan waktu ternyata penyidik membuktikan bahwa memang surat itu ada pemalsuan,” ungkapnya.
“Putusannya hari ini dia dinyatakan tersangka, dia menolak karena dianggapnya persoalan ini sudah kadaluara, dan tadi PN Jakarta Pusat memutuskan dengan bukti bukti dan saksi sehingga permohonan pera peradilan Soudara Antonius Totok Junaedi ditolak oleh hakim, dan penetapan tersangka oleh penyidik bareskrim dinyatakan syah.
Selanjutnya perkara ini akan berjalan, kemungkinan nanti akan diadilinya di Pengadilan Negeri Sleman Yogyakarta.
“Jadi sesuai ketentuan peraperadilan putusan adalah final, tidak ada upaya hukum lagi,” tegasnya.
Sedangkan sdr Totok Junaedi sampai akhir ini tidak hadir dan informasi penyidik sudah memanggil secara layak juga tidak hadir, kemungkinan nanti dari penyidik apakah akan dibuat DPO atau seperti apa itu kewenangannya.
Saya berharap kepada Saudara Totok junaedi dapat koorperatif dan bisa hadir untuk dilakukan penyidikan oleh penyidik Bareskrim,” pungkasnya.(Yuni)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

16 comments

  1. Thanks for ones marvelous posting! I really enjoyed reading
    it, you might be a great author.I will make sure to bookmark your blog and will often come back later on. I want to encourage continue your great writing, have a nice
    afternoon!

  2. I must thank you for the efforts you’ve put in penning this blog.
    I’m hoping to view the same high-grade content by you
    later on as well. In fact, your creative writing abilities has inspired me
    to get my very own blog now 😉

  3. Hi, i think that i saw you visited my weblog so i came to “return the favor”.I am attempting to find things to improve my web site!I suppose its ok
    to use a few of your ideas!!

  4. Have you ever thought about including a little bit more than just your articles?
    I mean, what you say is valuable and everything.
    Nevertheless think about if you added some
    great graphics or videos to give your posts
    more, “pop”! Your content is excellent but with pics and videos,
    this website could undeniably be one of the most beneficial in its field.
    Awesome blog!

  5. Nice post. I was checking constantly this blog
    and I’m impressed! Very helpful information particularly
    the last part 🙂 I care for such info much. I was seeking this certain info for a very long time.
    Thank you and best of luck.

  6. Quality posts is the main to be a focus for the people to pay a quick visit the website, that’s what this website
    is providing. natalielise plenty of fish

News Feed