Jennifer Dunn Divonis 4 Tahun Penjara dan Denda Rp 800 Juta

0
77

Bisnis Metro, JAKARTA — Pesinetron Jennifer Dunn alias Jedun divonis kurungan 4 tahun penjara dan denda Rp 800 juta oleh majelis hakim saat sidang putusan digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (25/6).

“Mengadili menyatakan Jennifer Dunn alias Jeje binti Howard Dunn terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah, melakukan tindak pidana percobaan atau permufakatan jahat tanpa hak atau melawan hukum. Memiliki, menyimpan, menyediakan narkotika golongan satu bukan tanaman,” ucap Ketua Majelis Hakim Riyadi Sunindyo Florentinus saat membacakan putusannya.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Jennifer Dunn alias Jeje binti Howard Dunn oleh karena itu dengan pidana penjara selama 4 tahun,” lanjut Riyadi.

Tak hanya itu saja, pihak majelis hakim juga menjatuhkan denda sebesar Rp 800 juta kepada Jedun. Apabila denda tersebut tidak dipenuhi, maka akan diganti dengan hukuman penjara selama 2 bulan.

“Menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani terdakwa, dipulangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan, memerintahkan terdakwa tetap ditahan,” jelas Riyadi.

Selain itu, barang bukti berupa sedotan juga dirampas untuk dimusnahkan. Begitu pun dengan sebuah handphone milik pemain film ‘Buruan Cium Gue’ itu, untuk diambil kepada negara.

“Membebankan kepada terdakwa membayar biaya perkara sebesar Rp 5.000,” pungkas Riyadi.

Pada sidang tuntutan Kamis (24/5), Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntutnya dengan kurungan 8 bulan penjara. Pihak kuasa hukumnya kemudian melakukan pembelaan pada sidang pleidoi Kamis (31/5) dengan meminta vonis bebas kepada majelis hakim.

Sementara itu, pada sidang replik Kamis (7/6) , JPU meminta hakim menolak permohonan Jedun terkait vonis bebas. Alasan JPU, karena terdakwa pernah terlibat kasus penyalahgunaan narkotika yang dilakukannya pada 2005 dan 2009.

Putusan majelis hakim berbeda dengan tuntutan JPU yang menginginkan agar dipenjara selama 8 bulan penjara. (Tha/sumber:kompas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here