SDR Serukan Gerakan Cinta Rupiah Tangkal Krisis Moneter

Bisnis Metro, JAKARTA — Direktur Studi Demokrasi Rakyat (SDR) Hari Purwanto mengatakan, semua komponen bangsa harus melakukan konsolidasi persatuan untuk melawan ancaman krisis moneter global. Menurutnya, melawan krisis moneter global dapat dilakukan dengan gerakan ‘cinta rupiah’ sebagai bagian dari bela negara.

“Gerakan cinta rupiah harus dicanangkan oleh Pemerintah sebagai langkah bela negara yang harus melibatkan semua komponen bangsa,” ujar Hari dalam keterangan tertulisnya, Kamis (6/9/2018).

Ia mengingatkan bahwa para pengusaha, pejabat, politisi dan kelompok menengah ke atas harus mengurangi konsumsi barang-barang bermerk impor yang menggunakan transaksi dengan mata uang asing. Selain itu, Hari menuturkan investasi mata uang asing yang dilakukan oleh kelompok menengah ke atas harus dihentikan.

Hal itu lantaran investasi tersebut dinilai hanya mencoba mengambil keuntungan dari kondisi global saat ini. Terlebih, lanjut Hari, dalam tahun politik dan krisis global yang sedang berlangsung, menjaga persatuan adalah suatu langkah bijak selain antisipasi dengan menekan impor bahan baku.

“Bangun bela negara dengan mendorong gerakan cinta rupiah dalam keseharian sampai krisis global ini usai,” pungkasnya.

Seperti diketahui, krisis yang dialami oleh negara berkembang seperti Venezuela, Turki dan Argentina memberikan dampak global. Hal itu juga diakibatkan konsolidasi internal AS yang sedang dilakukan khususnya ekonomi.

Selain itu, kenaikan suku bunga bank Amerika The Fed di kisaran 1,75% sampai 2% menandakan tonggak pergeseran kebijakan Bank Sentral AS dari yang awalnya pelonggaran kebijakan moneter untuk memerangi krisis keuangan dan resesi pada 2007-2009, menjadi pengetatan kebijakan moneter. (And)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *