Ketua IMM : Ajak Semua Kadernya manfaatkan teknologi, Agar Indonesia Dapat Kejar Ketertinggalan dengan Bangsa Lain

0
67

Bisnis Metro, JAKARTA — Ada  3 poin penting dalam kaderisasi yakni, menyintai kembali literasi, tantangan menghadapi revolusi industri 4.0 dan membangkitkan rasa empati.

“IMM adalah organisasi yang memproduksi semangat pemuda, memproduksi pemikir-pemikir muda yang nanti ke depan mereka bisa untuk bertarung dengan semua komponen bangsa ini. Sehingga, kita bisa mengambil peran untuk memperbaiki bangsa,”

Demikian yang dikatakan Najih Prasetyo Ketua Ikatan Mahasiswa Muhammadyah saat memberikan sambutan pada pelantikan dirinya sebagai Ketua DPP IMM periode 2018-2020, Sabtu (13/10) malam di Jakarta.

Najih Prasetyo juga mengemukakan, secara konsentrasi IMM adalah organisasi kader. Organisasi yang memproduksi semangat pemuda, memproduksi semangat pemikir-pemikir muda untuk mengambil peran dalam memperbaiki bangsa ke depannya.

Menurutnya, para founding fathers melahirkan negara ini dengan berbagai karya. Namun karya-karya tersebut tak mampu dilanjutkan oleh para tokoh-tokoh bangsa saat ini, karena miskin literasi.

“Para founding fathers, mereka dilahirkan di negeri ini dengan karya mereka. Tapi yang sekarang tokoh miskin karya dan miskin literasi. Oleh karena itu bagaimana kita kembali pada semangat literasi, menyintai kembali literasi,” kata Najih

Acara yang mengangkat tema “Membumikan Pancasila Sebagai Kompas Bangsa untuk Indonesia Berkeadilan” itu, Najih menegaskan, bahwa hal yang terpenting bagi kader IMM saat ini adalah menumbuhkan keinginan membaca untuk memperbaiki literasi kader, agar langkah koreksi terhadap pengambil kebijakan itu terarah, serta mampu memberikan solusi.

“Yang paling penting lagi yang harus kita sampaikan adalah, sebagai aktivis yang mampu mengkoreksi bukan sekedar mengritisi. Kuncinya adalah bagaimana kita menumbuhkan semangat membaca, bagaimana kita menumbuhkan semangat literasi,” ujarnya.

Selain miskin literasi, Najih juga menyoroti keterlambatan kader IMM dalam merespon revolusi industri 4.0 yang kian masif. Sebagai tokoh perubahan, kader IMM dituntut untuk masuk dalam revolusi industri itu.

“Revolusi industri, kita dihadapkan pada persoalan yang signifikan. Tapi pada kenyataannya, kader IMM belum mampu masuk dalam itu,” ujar najih.

Oleh sebab itu, dia mengajak semua kadernya untuk memanfaatkan teknologi dengan baik agar bangsa Indonesia bisa mengejar ketertinggalan itu dengan bangsa lainnya.

“Untuk menghadapi revolusi industri yang pertama adalah bagaimana kita memanfaatkan teknologi. Hari ini kita hanya mampu menggunakan, tapi belum mampu memanfaatkan, belum mampu berkarya. Kemampuan sosiopreuneur, bagaimana kita mampu berbuat di lingkungan sekitar kita. Ini menjadi PR besar bagi kita,” Najih menjelaskan.

Dan poin ketiga, ia menyinggung soal empati. Sebab menurutnya, persoalan ini sudah sangat bermasalah. Sebagai contoh, kejadian pengeroyokan yang menyebabkan timbulnya korban jiwa seorang supporter bola di Bandung.

Mengenai konsolidasi dengan organisasi lain, pria asal Lamongan ini, menjelaskan, IMM telah membangun komunikasi yang cukup masif dengan organisasi-organisasi lain.

“Dengan teman-teman Cipayung, dengan teman-teman organisasi kepemudaan yang lain kita juga turut berpartisipasi aktif konspolidasi dengan mereka. Komunikasi dengan meraeka terkait situasi-situasi yang terjadi di negeri kita,” katanya.

Sementara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy berpesan, supaya kader IMM menjaga kekompakan, konsolidasi organisasi dengan baik, membikin program-program yang realistis dan terukur.

“Yang penting, tetap menjaga idealisme sebagai gerakan kemahasiswaan, sebagai putera-putera Muhammadiyah. Menjaga aspek ahlak dan budi pekerti supaya dikedepankan,” pungkas Mendikbud.

Sebagai informasi, hadir dalam acara itu yakni Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Muhadjir Effendy, dan Ketua PP Muhammadiyah yang membidangi Kaderisasi dan Ortom, Dahlan Rais. Hadir pula dalam acara ini para pengurus DPD IMM se-Indonesia dan ratusan kader IMM.(Nay)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here