Puncak Hari Armada RI Tahun 2018 Dipusatkan Di Koarmada I

0
15

Bisnis Metro, JAKARTA — Puncak Peringatan Hari Armada RI Tahun 2018 dipusatkan di Komando Armada I dengan menggelar Upacara Parade dan Defile di Dermaga Sunda Kompleks Satuan Koarmada I Pondok Dayung Jakarta Utara dengan tema “Armada RI Kesatria Pengawal Samudera dan Perekat Nusantara, Bersama Rakyat Siap Menjaga Kedaulatan NKRI”. Bertindak sebagai Inspektur Upacara Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, S.E., M.M., dan Komandan Upacara Danlanal Banten Kolonel Laut (P) Baroyo Eko Basuki, Rabu (5/12).
.
Kasal Laksamana TNI Siwi Sukma Adji dalam sambutannya mengatakan bahwa pelaksanaan upacara ini memiliki arti yang sangat penting bagi TNI Angkatan Laut karena mengingatkan kita tentang sejarah berdirinya Armada Republik Indonesia. Perjalanan sejarah menunjukkan bahwa Armada RI telah tumbuh menjadi organisasi yang semakin besar dan didukung oleh berbagai jenis Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista), selanjutnya sesuai Keputusan Presiden (Keppres) RI Nomor 12 tahun 2018 telah dibentuk sejumlah satuan baru TNI di wilayah Timur Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), termasuk Koarmada III (Tiga) di Sorong sebagai bentuk penataan gelar pasukan TNI dalam rangka membangun pertahanan negara yang kuat dan merata serta dapat menjangkau seluruh wilayah NKRI.

“Peringatan Hari Armada RI yang dilaksanakan setiap tahun, tidak hanya sekedar kegiatan seremonial semata, tetapi merupakan bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas peran Koarmada I, Koarmada II dan Koarmada III dalam melaksanakan tugas pertahanan negara di laut. Peringatan Hari Armada juga menjadi wujud introspeksi dan evaluasi bagi seluruh jajaran armada atas pelaksanaan tugas yang telah diemban sehingga ke depan diharapkan akan semakin optimal,” ujar Laksamana TNI Siwi Sukma Adji.

Perkembangan lingkungan strategis saat ini semakin sulit diprediksi karena dinamika perubahan global yang begitu cepat dan bentuk ancaman yang makin kompleks, baik ancaman potensial maupun ancaman faktual. Ancaman faktual yang dihadapi saat ini meliputi separatisme, pelanggaran wilayah, terorisme, pelanggaran hukum di laut, wabah penyakit dan bencana. Hal ini menimbulkan kerugian negara dan mengganggu stabilitas keamanan nasional. Keterlibatan TNI AL dalam operasi kemanusiaan dan penanggulangan bencana yang baru-baru ini terjadi di Lombok dan Palu adalah salah satu contoh kontribusi nyata TNI AL bagi bangsa dan negara.

“Dengan adanya organisasi TNI AL yang telah tergelar dalam tiga armada dan karakteristik ancaman yang harus dihadapi, maka diperlukan suatu postur kekuatan Koarmada yang optimal dengan tingkat kesiapan operasional yang tinggi. Hal inilah yang menjadi landasan dalam kebijakan pembangunan kemampuan dan kekuatan TNI AL ke depan, upaya penataan gelar pasukan TNI perlu ditindaklanjuti dengan penetapan komando pelaksana ditiap-tiap armada dan pembangunan sarana prasarana pendukungnya,” jelasnya.

Selain Upacara Parade dan Defile, juga digelar Demonstrasi Latihan Pertahanan Pangkalan (Hanlan) yang melibatkan unsur SSAT antara lain meriam pertahanan udara Unsur-unsur KRI dan meriam pertahanan udara dari Batalyon Pertahanan Pangkalan. Selain itu digelar Demonstrasi Penanggulangan Bahaya Kebakaran oleh KRI dan Pangkalan serta aksi terjun payung dari Prajurit Kopaska Koarmada I dan Intai Amfibi.

Upacara diikuti oleh Kompi Gabungan Perwira Menengah dan Perwira Pertama TNI AL, Batalyon 1 Upacara Gabungan Kompi Korps Wanita Angkatan Laut (Kowal) dan Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal), Batalyon 2 Upacara Gabungan Kompi Koarmada I dan Penyelam TNI AL, Batalyon 3 Upacara dari Unsur KRI Koarmada I, Batalyon 4 Upacara dari Marinir, Batalyon 5 Upacara Gabungan Kompi Lantamal dan Penerbang TNI AL, Batalyon 6 Upacara Gabungan Kompi Kopaska dan Taifib, Batalyon 7 Upacara Gabungan Kompi PNS Koarmada I, Pramuka Saka Bahari, Yayasan Nala dan SMA Hang Tuah.

Upacara dihadiri oleh Mantan Kepala Staf Angkatan Laut dan Mantan Pangarmabar, Kasum TNI, Danjen Akademi TNI, Asrenum Panglima TNI, Irum mewakili Irjen TNI, Dirmin mewakili Dansesko TNI, Waasops mewakili Asops Panglima TNI, Waaspers mewakili Aspers Panglima TNI, Waaster mewakili Aster Panglima TNI, Paban III mewakili Askomlek Panglima TNI, Waka Bais mewakili Ka Bais TNI, Waasops mewakili Asops Kasad, Kolonel Yuri mewakili Danjen Kopassus, Pangdivif 1 Kostrad, Irjenal, Para Asisten Kasal, Pangkoarmada I, Pangkolinlamil, Dankormar, Waka Pushidrosal, Staf Khusus Kasal, Para Kadis Mabesal, Para Kas Kotama, Asops Kasau, Askomlek mewakili Pangkoopsau I, Kakorpolairud Bahrkam Polri, Dir Ops Basarnas, Mantan Kas Koarmabar, Mantan Dankormar, Sekjen PPAL, Walikota Jakarta Utara.
[5/12 18.47] Letda Laut Rudy: KRI Torani-860 Unsur Koarmada I Raih Kapal Teladan TNI AL Tahun 2018

Jakarta, 5 Desember 2018,– KRI Torani-860 Unsur Satrol Lantamal XII Jajaran Koarmada I terpilih sebagai KRI Teladan Peringkat Pertama TNI AL Tahun 2018, untuk KRI yang berada diperingkat kedua yakni KRI Banda Aceh-593 dari Kolinlamil dan peringkat ketiga KRI Diponegoro-365 dari Koarmada II. Pemberian penghargaan tersebut diserahkan oleh Pangkoarmada I Laksamana Muda TNI Yudo Margono, S.E, M.M,., pada peringatan puncak Hari Armada RI Tahun 2018 yang berlangsung di Dermaga Sunda Kompleks Satuan Koarmada I Pondok Dayung, Jakarta Utara, Rabu (5/12).

KRI Torani-860 merupakan jenis kapal patroli cepat dengan ukuran panjang 45,5 meter, lebar 7,9 meter dan tinggi 15 meter. Kapal ini dibuat di galangan PT. Karimun Anugrah Sejati Batam pada tahun 2015 dan diterimakan di Angkatan Laut pada 30 Maret 2017.

KRI Torani-860 dikomandani Mayor Laut (P) Taufik Pamungkas, kapal yang telah mengarungi laut sejauh 319.085,5 mil itu memiliki 36 kru kapal. Selain memiliki beberapa peralatan pendukung seperti nafigasi radar, daya ekosolder, panel lampu nafigasi dan lainnya, kapal ini juga dilengkapi dengan persenjataan berupa meriam otomatis kaliber 30 mm jenis kanon Marlin WS di haluan, serta meriam kaliber 12,7 mm. Kelebihan dari kapal ini adalah meriam kaliber 30 mm yang dapat beroperasi secara otomatis yang dilengkapi kamera jarak jauh, sensor siang dan malam dan berbagai kelengkapan kecanggihan lainnya.

Dalam penentuan penilaian terpilihnya kapal perang terbaik meliputi 3 (tiga) aspek yang menjadi fokus penilaian yaitu aspek operasi, aspek material, dan aspek personel. Aspek Operasi meliputi bagaimana proses Penghentian, Pemeriksaan dan Penahanan (Henrikhan), Efisiensi Operasi (Eops), serta jam layar. Aspek Material menyangkut kesiapan teknis KRI dalam menjalankan operasi, sedangkan Aspek Personel berkaitan dengan kesiapan, keterampilan serta profesionalisme prajurit dalam menjalankan tugas kedinasan dalam pengawakan KRI. Juga tidak lupa adanya penilaian atas masalah kebersihan maupun kerapian KRI dan pemeliharaan serta perawatan KRI juga menjadi bagian dari penilaian.

Selain itu, 2 (dua) Lanal Jajaran Koarmada I juga mendapatkan predikat sebagai Lanal Teladan 2018 yakni Lanal Dumai meraih Lanal Teladan Terbaik Kedua dan Lanal Batam meraih Lanal Teladan Terbaik Ketiga, sementara Lanal Teladan Terbaik Pertama diraih oleh Lanal Kotabaru Jajaran Koarmada II

Sumber: Penkoarmada I

Editor : Yuni

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here