Kasau : Pagelaran Wayang Kulit Bentuk Penghormatan TNI AU Terhadap Budaya Bangsa

Bisnis Metro, SOLO — Wayang kulit merupakan budaya adiluhung peninggalan nenek moyang yang telah diakui oleh dunia, sebagai warisan budaya yang berasal dari Indonesia. Oleh karena itu Pagelaran Wayang Kulit merupakan upaya pelestarian budaya sekaligus bentuk penghormatan TNI Angkatan Udara terhadap karya besar seni budaya bangsa yang sangat tinggi nilainya.

 

Demikian disampaikan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E.,M.M., pada acara pagelaran wayang kulit dalam rangka pembukaan SMA Pradita Dirgantara, Minggu (8/7) malam.

 

Menurut Kasau, di dalam pagelaran wayang kulit mengandung makna dan nilai filosofis yang sangat tinggi fungsi dan perannya bagi masyarakat, baik sebagai tontonan maupun sebagai tuntunan.

 

Kasau mengatakan indahnya seni pakeliran yang dimainkan dalam pagelaran wayang kulit, merupakan hal yang sangat menghibur bagi masyarakat pada umumnya.

 

“Demikian juga nilai filosofi yang tersirat dari adegan dalam jagad pakeliran, senantiasa menggambarkan kepada kita tentang nilai moralitas kehidupan yang sangat bermanfaat”, lanjut Kasau.

 

Dijelaskan oleh Kasau, nilai-nilai dan pesan moral yang senantiasa ada di dalam pagelaran wayang yaitu pentingnya sebuah tekad yang diikuti oleh nilai kejujuran, jiwa ksatria dan rela berkorban, yang senantiasa menjadi bagian dari sebuah perjuangan menuju cita-cita yang diharapkan.

 

Sebelum mengakhiri sambutannya, Pada Kasau mengajak seluruh masyarakat yang hadir untuk dapat mengambil hikmah, makna filosofi, keteladanan maupun nilai-nilai yang terkandung dalam jalannya cerita, dan terlebih lagi untuk lebih memantapkan jati diri guna menatap kehidupan di masa mendatang.

 

“Dalam kesempatan ini saya juga memohon doa restu dan dorongan semangat dari masyarakat untuk kelancaran, kesuksesan, dan keberhasilan SMA Pradita Dirgantara, semoga SMA Pradita Dirgantara ke depan  akan menjadi lembaga pendidikan menengah yang bereputasi tinggi di tingkat internasional dengan tetap menjunjung tinggi budaya nasional dalam rangka mewujudkan visinya untuk mencetak calon pemimpin bangsa yang beriman, bertakwa, cerdas, kreatif dan mandiri”, tutup Kasau.

 

Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari rangkaian pembukaan sekolah unggulan TNI AU yaitu SMA Pradita Dirgantara, yang pendiriannya sendiri di gagas oleh Panglima TNI serta Ny. Nanny Hadi Tjahjanto, saat masih menjabat sebagai Kasau guna membentuk dan menciptakan Sumber Daya Manusia unggulan.

 

Pagelaran wayang kulit semalam suntuk ini diawali dengan pemberian wayang kulit dari Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.IP kepada dalang Ki Manteb Sudarsono.

 

Acara ini mendapatkan antusiasme yang tinggi dari masyarakat Solo dan sekitarnya, terlihat dengan banyaknya warga yang memadati Pagelaran wayang kulit dengan lakon “Bimo Bangkit” dan dalang Ki Manteb Sudarsono.

 

Selain masyarakat, turut hadir dalam acara ini pejabat Mabes TNI dan Mabesau, Ketum Yasarini Ny. Nanny Hadi Tjahjanto, Ketum PIA Ardhya Garini Ny. Ayu Yuyu Sutisna, Pangdam IV Diponegoro, Kapolda Jawa Tengah, pejabat TNI-Polri dan Walikota serta Bupati se-Solo Raya, kemudian Rektor UNS dan Kepala Sekolah staf SMA Pradita Dirgantara.(Dispenau/Yuni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *