Unhan Kukuhkan Marsetio Gelar Guru Besar dan Buka Prodi Doktoral S-3 Tahun Akademik 2018/2019

0
127

Bisnis Metro, JAKARTA — Laksamana  TNI (Purn) DR. Marsetio dianugerahi gelar guru besar dan menjadi profesor ilmu Pertahanan. Gelar tersebut diberikan oleh Universitas Pertahanan. Upacara pengukuhan tersebut berlangsung dalam sidang senat terbuka di Gedung AH Nasution, Kementerian Pertahanan. Selain pengukuhan Guru Besar dilaksanakan juga pembukaan pendidikan Program Doktoral (S3) Ilmu Pertahanan Tahun Akademik 2018/2019.

Laksamana TNI (Purn) Prof. Dr. Marsetio adalah  mantan Kepala Staf Angkatan Laut periode tahun 2012-2014 yang memang dikenal aktif di dunia pendidikan. Pada kesempatan ini juga dihadiri oleh Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, Komandan Jenderal (Danjen) Akademi TNI Laksamana Madya TNI Aan Kurnia, S.Sos., dan Gubernur Akademi Angkatan Laut (Gubernur AAL) Laksamana Muda TNI Wuspo Lukito, S.E., M.M.

Dalam sambutannya Menhan RI Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu mengatakan bahwa perguruan tinggi tidak sekedar berfungsi mencetak sarjana, master, maupun doktor melainkan juga seorang guru besar dimana hasil penelitiannya ditunggu oleh masyarakat luas sebagai bagian dari wujud pengabdian serta membawa ilmu pengetahuan yang sangat luas bagi masyarakat dan bangsa.

“Dengan mencermati track record Laksamana TNI (Purn) Prof. Dr. Marsetio saya yakin, beliau akan memberikan energi positif bagi kemajuan Unhan dan masyarakat luas, selain seorang yang expert dalam bidang biologi kemaritiman, beliau juga merupakan akademisi yang sangat dikenal baik didalam maupun diluar negeri dengan kemampuan intelektual dan pengalaman operasi militer akan sangat memperkaya khazanah kajian ilmu pertahanan dimasa yang akan datang”, ungkap Menhan RI Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu di Jakarta, Kamis(26/7/2018).

Pada kesempatan ini juga Laksamana TNI (Purn) Prof. Dr. Marsetio yang baru saja dikukuhkan sebagai Guru Besar Unhan berkesempatan memberikan orasi ilmiah. Dalam orasinya mantan Kasal itu menjelaskan tentang perubahan tatanan Geo-Maritim pasca pembentukan United States Indo-Pacific Command (USINDOPACOM) dan implikasi terhadap konflik Laut Cina Selatan dalam perspektif Indonesia dimana Indonesia yang memiliki letak geografis yang strategis ini concern terhadap kewaspadaan Lingkungan Maritim yang erat kaitannya dengan dengan geo-politik, geo-ekonomik dan manuver geostrategi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut para pejabat Kementerian/Lembaga, para pejabat Angkatan Darat, para pejabat Angkatan Laut, para pejabat Angkatan Udara, para pejabat Polri dan para pejabat Universitas Pertahanan, Sesjen Wantanas Letjen TNI Doni Monardo, mantan Menhan Purnomo Yusgiantoro, mantan Panglima TNI Widodo AS, mantan KSAU Marsekal TNI Imam Sufaat, pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Kertopati dan sebagainya.(Yuni)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here