Monday, August 20, 2018
Home Megapolitan Lebaran Betawi ke-3 di Kampung Sawah, “Ngebesan, Ngarak Penganten Betawi”

Lebaran Betawi ke-3 di Kampung Sawah, “Ngebesan, Ngarak Penganten Betawi”

0
81
Jpeg
Bisnis Metro, BEKASI – Alunan musik khas Betawi bertalu-talu di Kampung Sawah, Jatimurni, Pondokmelati, Kota Bekasi, Sabtu (4/8/2018) pagi. Suaranya mengiringi perjalanan dua barong sejauh satu kilometer, dari sepanjang jalan kampung sawah sampai ke tempat berlangsungnya acara di Yayasan Yasfi Bekasi.

Di belakang barong, ratusan orang berpakaian khas Betawi mengikutinya. Suara musik yang berasal dari rebana, gendang dan tehyan ini sangat nyaring, sampai ruas Jalan Kampung Sawah dipadati warga.

“Ini namanya Lebaran Betawi, sekaligus kegiatan ketiga  yang kami gagas sejak tahun 2016 lalu,” ujar Kreator Acara, Aki Maja kepada awak media pada Sabtu (4/8/2018).

Gelaran lebaran betawi 3 masih dilaksanakan  di Yayasan fisabilillah kecamatan Pondok Melati Bekasi yang setiap kalinya memiliki tema yang berbeda ,kali ini bertemakan ” Ngebesan, Ngarak Nganten merupakan tradisi masyarakat Betawi yang sudah Iahir seumur dengan peradaban Betawi itu sendiri. Namun diera tahun 60 hingga 80 an begitu popular tradisi Ngebesan atau Ngarak Penganten yang diiringi dengan lantunan solawat Dustur, Solawat Yalil serta tetabuhan Rebana Biang atau Hadroh.

Sebelum acara prosesi ngebesan ada beberapa acara ritual yang akan di lakukan seperti , Disekap atau di kurub selimut tebal, dengan tujuan agar keringat mengucur deras sehingga pada saat pengantin duduk di pelaminan pengantin tidak lagi kegerahan dan mengeluarkan keringat banyak.

kemudian Ritual selanjutnya yaitu “Asah Gigi” supaya penganten wanita berpenampilan cantik gigi geriginya diasah hingga rata dan indah.

Selanjutnya memasuki fase menjelang akad nikah ada ritual “Tamatan” yaitu kegiatan penganten wanita membaca ayat suci Al‘Quran sebagai sebuah perwujudan bahwa Orang Betawi Asli Kudu pinter mengaji. Hal itupun berlaku untuk penganten lelaki.

Iring-iringan rombongan besan dengan komposisi penganten |e|aki berada dipaling depan, didampingi kedua orangtua, dipayungin. Dibagian belakang terdiri dari para pengiring sanak saudara, tetangga ,kerabat sambil membawa kue-kue dalam nampan, sepikulan tenong berisi wajik dan dodol, sepikulan sayur sayuran dan lauk pauk mentah, sepikulan kayu bakar dengan hiasan ornament cabe merah dan hijau dibuat dari sabut kelapa dilapisi kertas wajik. Tidak lupa membawa “Kudangan” sebagai mahar yang diminta oleh pihak penganten perempuan. Membawa seekor kambing sebagai Tukon. Iring-iringan rombongan besan sesampainya di Iatar rumah penganten perempuan, ada Bakar Petasan sebagai pertanda pengantin dan besan sudah sampai. Dihalaman depan segera dipapah oleh rombongan tuan rumah. Sebelum masuk dan diterima diadakan ritual “Berebut Dandang”, sebagai simbol bahwa harkat martabat dan kesucian seorang perempuan harus dihargai setingi-tingginya. Sepasang jawara melakukan adu tanding ketangkasan sebagai perwakilan dari pihak penganten perempuan dan penganten laki-Iaki yang didahului dengan berbalas pantun Khas Bekasi/Betawi. Ketika jawara dari pihak laki-Iaki berhasii merebut dandang dan kembali menyerahkan kepada pihak perempuan artinya rombongan besan boleh masuk rumah besan perempuan. Sepasang mempelai masuk ruang pelaminan untuk melangsungkan akad nikah secara islam. Rombongan besan yang Iain bisa duduk-duduk pada tempat yang sudah disiapkan. Selesai akad nikah dan dinyatakan syah yang dilanjutkan dengan pembacaan doa dan taklik penganten, barulah rombongan besan dan hadirin dapat menikmati santapan yang sudah disiapkan seperti nasi putih, sayur bekasem, ikan japuh berjaket, kancing |evis~semur jengkol, gabus pucung, serta kue-kue lapis, pepe, kue cincin, rengginang dan berbagai pisang seperti pisang ambon, pisang nangka, pisang anggleng, pisang pulo dll.

Pada malam harinya biasanya dimeriahkan dengan “Nanggap” hiburan seperti; Topeng, Tanjidor, Wayang Kulit, Pikep sekoder, kliningan, atau Iayar tancep.*

Menurut Aki madja Kreator Lebaran Betawi ,” tujuannya adalah budaya ngebesan dikota bekasi pada tahun 60 an yang sudah hilang kita akan hadirkan kembali kita pertunjukan kembali kepada anak cucu kita kepada generasi kita,bahwa kita punya adat tradisi dan memiliki nilai yang sangat luhur dan juga agar tidak hilang ditelan oleh jaman,”ucap Aki Madya Budayawan betawi kota bekasi

Kemudian Aki juga menambahkan ,” untuk acara kegiatan betawi ini juga akan disuguhkan penampilan 1000 jawara silat betawi semoga ini menjadi suguhan yang menarik di acara lebaran betawi di tahun 2018 ini,”ucap Aki Madja

Dalam kesempatan wawancara bersama awak media camat pondok melati juga mengatakan,” bahwa kegiatan pelaksanaan lebaran betawi ini saya selaku camat pondok melati pastinya sangat mendukung kegiatan ini dan mengapresiasi kegiatan ini yang Sudah 3 tahun saya mengikuti kegiatan ini semoga acara lebaran betawi 2018 ini bisa menjadi lancar karena kegiatan ini acaranya sampai malam mudah mudahan di acara tahun depan bisa melaksanakan kegiatan lebaran betawi lebih baik lagi dari sekarang,” ucap Drs. Ika Safitri.MSi.

Tampak Hadir dalam acara ini para lurah kecamatan pondok melati , kepala dinas pariwisata kota bekasi dan juga tokoh masyarakat betawi.(Yuni)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here