Pelapor Sekaligus Tsk Akan Blak-Blakan Buka Aktor Intelektual Kasus OTT Bupati Muratara  

0
224
Jpeg

Bisnis Metro, JAKARTA — Kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR), Kabupaten Muratara,  semakin bergulir   diduga OTT ini hanya rekayasa untuk menggulingkan kekuasaan oleh oknum yang menginginkan Bupati diganti.

Kuasa hukum Franco Nero Sisco, dalam waktu dekat akan melaporkan dugaan adanya aktor intelektual dibalik kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) tersebut.

Pasalnya hal tersebut dilakukan, karena diduga telah terjadi adanya rekayasa dalam kasus tersebut.

Irwan SH selaku Kuasa Hukum Franco Nero Sisco mengatakan, dari hasil laporan yang kami terima dari klien kami, yang jelas kasus ini ada dugaan rekayasa, terhadap Sisco yang dilakukan oleh petinggi petinggi pejabat Muarakara.

“Kami akan mengambil tindakan upaya hukum dengan melaporkan kasus ini ke Mabes POLRI,” ujarnya dalam siaran persnya di bilangan Jakarta Pusat Senin (10/9/2018).

Kasus ini menjadi polemik karena yang semula menjadi pelapor (sisco) justru dijadikan tersangka. Tentu saja hal ini menjadikan tidak terima bagi pelapor sehingga ia justru akan membuka secara blak blakan proses terjadinya aksi Operasi Tangkap Tangan agar semuanya menjadi terang benderang.

“Kita akan buka-bukaan saja agar masalah ini menjadi terang benderang,” tegasnya

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan Sisco yang merupakan pelapor sekaligus menjadi tersangka tersebut melakukan koordinasi dengan Kompolnas serta LPSK di Jakarta.

“Saat ini saya sudah berkoordinasi dengan kompolnas dan LPSK dalam persoalan dugaan kasus OOT Kab Muratara. Nanti juga saya akan mengungkap siapa aktor intelektual di belakan kasus ini. Jadi kasus ini sebenarnya kalau bilang karena saya sebagai pelaku pelapor kasus itu tapi saya malah dijadikan tersangka dalam persoalan ini,” Kata Sisco di Jakarta.

Rencana selanjutnya ia akan membuka tabir dibalik OTT siapa yang bermain di dalamnya karena menurutnya ia tidak puas dengan hasil keputusan hakim. Ia memastikan dirinya punya hasil rekaman dan bukti lainnya untuk menyeret siapa yang bakal terlibat.

Sisco mengugkapkan dirinya telah dijanjikan dalam persoalan ini apabila berhasil akan mendapatkan proyek senilai 20 Milyar. Dan berhasil atau tidak berhasil seluruh biaya operasional keluarga, semua akan dipenuhi, bahkan dirinya juga dijanjikan tidak akan ditetapkan sebagai tersangka, karena kasus ini bukan kasus korupsi,” ungkapnya.

Sisco mengaku bahwa kalau iming-iming itu tidak disertai dengan bukti yang kuat. Melainkan hanya lisan saja. Dan atas dasar saling percaya saja.

Irwan  meyakini kliennya juga mempunyai bukti rekaman tentang apa yang telah di iming-imingkan sejumlah proyek dari rekaman pembicaraan tersebut,” tuturnya.

Mabes Polri lanjut Irwan merupakan pilihan laporan yang tepat, dirinya kawatir apabila kasus ini dilaporkan ke Polda Sumsel, karena disitu yang melakukan penangkapan.

Sementara itu Ilham Fatahilah (Kuasa Hukum Ardiansyah) menyayangkan sikap hakim yang tidak memutar semua hasil rekaman yang didapat sebagai bukti di persidangan.

Menurutnya ia sudah berulang kali untuk meminta agar rekaman tersebut diputar semuanya sehingga dapat dianalisis kebenaran rekaman tersebut karena tentu dalam pengadilan ada tim sendiri untuk menganalisis hasil rekaman.

Mereka akan mengambil langkah untuk membuka semuanya karena menurut mereka kasus ini diduga sebagai permainan yang haus kekuasaan oleh oknum pejabat. Mereka segera akan membuka perihal uang dari mana, berdasar dari mana, siapa pelakunya.

“Kalau ini gak dibuka maka publik akan menyangka bupati ikut  terlibat,”pungkasnya. (Yuni)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here